Saturday, May 28, 2011

Perempuan dapat mengerjakan banyak tugas sendirian. Menjadi ibu, memimpin perusahaan besar, mengatur negara, membuat berbagai terobosan hebat bagi dunia.

Siapa saja mereka dan seperti apa 'sepak terjang'nya?

1.Hillary Diane Rodham Clinton
Spoiler for Pict:

Sosok Menteri Luar Negeri Amerika Serikat di jajaran kabinet pemerintahan Barrack Obama ini memang luar biasa. Tengok saja, pada 1997-1999 mantan ibu negara ini sangat berperan dalam pembentukan State Children's Health Insurance Program, Adoption and Safe Families Act dan Foster Care Independence Act.

Selain itu, saat menjabat sebagai senator, Hillary sangat menentang tindakan pemerintah dalam perang Irak dan juga menentang kebijakan pemerintah Bush dalam hampir seluruh masalah dalam negeri.


2.Mother Teresa
Spoiler for Pict:

Mother Teresa atau yang lebih dikenal dengan Bunda Teresa terkenal secara internasional sebagai aktivis kemanusian dan advokasi bagi masyarakat miskin dan tak berdaya.

Kegiatan Bunda Teresa terus berkembang dan sekarang berkat usahanya telah beroperasi 610 misi kemanusiaan di 123 negara, termasuk rumah penampungan bagi penderita kusta, HIV/AIDS dan TBC, dapur umum, program konseling anak-anak dan keluarga, panti asuhan dan sekolah.

Pada 1979, ia memenangkan hadiah Nobel Perdamaian dan Bharat Ratna, sebuah penghargaan tertinggi yang diberikan sebagai simbol kehormatan warga sipil India.


3.Dame Anita Perella Roddick
Spoiler for Pict:

Pengusaha asal Inggris, pendiri perusahaan kosmetik The Body Shop. Selain sebagai seorang pengusaha terkenal, dia juga seorang aktivis sosial. Roddick selalu ikut berpartisipasi dalam berbagai kampanye kesehatan masyarakat, hak asasi manusia, against animal testing, stop trafficking, go green, dan sejumlah isu sosial lainnya.

Roddick sukses membangun kepedulian di tengah-tengah masyarakat, prestasi ini yang membuat Roddick berhak menerima World Vision Award for Development Initiative award pada 1991.


4.Aung San Suu Kyi
Spoiler for Pict:

Seorang aktivis prodemokrasi Myanmar dan pemimpin National League for Democracy (persatuan Nasional untuk Demokrasi) ini menerima penghargaan Perdamaian Nobel karena berjuang mempromosian demokrasi di negaranya tanpa menggunakan kekerasan dalam menentang kekuasaan rezim militer.

Ia dibebaskan secara resmi oleh junta militer Myanmar setelah mendekam sebagai tahanan selama 1,5 tahun.

Suu KYi terus berjuang untuk negaranya dan hak asasi manusia, walaupun ia harus merelakan kebebasan dan keamanan dirinya sendiri.
Sumber :