Sunday, May 29, 2011

 

Pada 30 tahun lalu, rakyat Bangladesh berduka. Presiden mereka, Zia Rahman, menjadi korban pembunuhan di kota Chittagong setelah kelompok pemberontak menyerbu wisma pemerintah tempat dia menginap.

Menurut stasiun televisi BBC, Rahman dibunuh oleh berondongan senjata mesin saat dia membuka pintu kamar untuk melihat kegaduhan di luar. Selain Rahman, tujuh orang juga tewas dalam insiden penembakan itu.

Mereka diantaranya, seorang petugas keamanan wisma, seorang staf pasukan keamanan presiden, dan salah seorang penyerang. Pembunuhan itu merupakan bagian dari pemberontakan di tubuh angkatan darat. Namun, pasukan pemerintah berhasil mengambil kendali keamanan di Chittagong setelah pemimpin pemberontak, Mayor Jenderal Manzur Ahmed, melarikan diri.

Manzur kabarnya berupaya melakukan kudeta karena karena setelah dimutasi ke posisi yang tak penting di kota Dhaka. Setelah mengetahui tewasnya presiden berusia 45 tahun itu, kelompok pemberontak menyatakan pembentukan komite revolusioner. Namun kalangan diplomat mengungkapkan bahwa mereka gagal mendapat dukungan dari para kolega di Angkatan Darat dari kota-kota lain di Bangladesh.

Sumber :
dunia.vivanews.com