Tuesday, April 26, 2011

Belanja murah dapat banyak - - -
Pria dinilai sulit menjaga kesetiaan, padahal kenyataannya kini wanita selingkuh sama banyaknya dengan pria. Terdapat beberapa alasan khusus mengapa wanita berselingkuh.

Survei
perselingkuhan terbaru oleh Coffee and Company, biro perkawinan di Inggris, dilakukan terhadap 3.000 responden. Hasilnya, lebih dari 20 persen responden wanita mengaku berselingkuh. Demikian pula pada hasil Great Male Survey 2010 dan Great Female Survey 2010 oleh AskMen.com di mana 5 persen wanita mengaku berselingkuh sedangkan pria mengaku yang berselingkuh kurang dari 3 persen.

http://faktabukanopini.blogspot.com/

Psikolog Gail Saltz dan Kelly Wallace, ketua korespondensi di
ivillage.com, mengungkap alasan perselingkuhan wanita. Meskipun kesepian dan keinginan untuk merasa dihargai biasanya penyebab utama di balik perselingkuhan, kedua psikolog berhasil menemukan empat motif selingkuh lainnya, seperti diulas ThirdAge.

Balas dendam


Seorang wanita yang kesetiaannya telah diinjak-injak bisa berbalik selingkuh sebagai bentuk balas dendam kepada pasangannya.


Jika suami selingkuh, kemungkinan istri melakukan hal serupa karena berpikir hal tersebut hanya satu-satunya jalan untuk suami bisa merasakan sakit yang ia rasakan.


Kalau tujuan istri adalah menyakiti pasangannya, selingkuh adalah cara yang pasti mendatangkan kesuksesan.


“Pria tidak memiliki empati sebagaimana wanita sehingga pria biasanya tidak bisa merasakan sakit yang sama, kecuali hal itu dilakukan kembali kepada mereka,” kata Bonnie Weil PhD dari
DoctorBonnie.com.

Namun jika istri mencari penyembuhan luka atas kesetiaannya, tindakan selingkuh hanya akan menimbulkan masalah lebih besar.


“Setelah istri selingkuh, pasti akan berakhir dengan perasaan bersalah. Belum lagi masalah hubungan dengan keluarga dan orang sekitarnya yang masih menghargai kesetiaan," imbuhnya.


Ingin tertangkap basah
Wanita dalam pernikahan atau hubungan tidak bahagia dapat menggunakan perselingkuhan sebagai kendaraan untuk melarikan diri.


“Mereka adalah wanita yang tidak bahagia pada pernikahan orangtuanya dan merasa sangat bersalah ketika mengatakan bersedia menikah pada seseorang. Mereka ingin memiliki alasan untuk perasaannya,” kata Kelly Wallace.


Karena pria cenderung memaafkan perselingkuhan, mereka kemungkinan besar akan meminta putus atau bercerai untuk meringankan perasaan bersalah pasangannya.


Berselingkuh juga dapat menjadi kepastian bahwa wanita tidak ingin sendirian setelah pernikahannya hancur.


“Wanita selingkuh untuk memiliki seseorang yang dapat menemaninya melewati lompatan ketika dia benar-benar ingin mengakhiri hubungan. Dia butuh pria lain sebagai batu loncatan,” kata Gail Saltz.


Hidupkan kembali masa lalu


Ketika hubungan masa lalu kembali mengharu biru, seorang wanita bisa berpaling ke mantan pacarnya untuk mendapatkan kenyamanan.


“Kadang-kadang, melewati hari-hari suram dalam pernikahan adalah saat tepat untuk menemukan pasangan seks temporer untuk membuat mereka merasa lebih baik,” kata pakar hubungan Seth Meyers PsyD, psikolog berbasis di Los Angeles.


Banyak pengalaman membuktikan, perselingkuhan ini bukan untuk mempermainkan perasaan mantan kekasihnya, melainkan keinginan wanita untuk disayang.


“Mengembalikan momen masa muda bisa membuatnya merasa hidup kembali. Hal ini membuatnya merasa lebih muda, lebih riang, lebih seksi, dan lebih menarik,” tukasnya.


Dekat dengan pengalaman kematian
Pengalaman menjelang kematian tidak selalu membawa pasangan menjadi semakin dekat. Wanita yang telah mengalami perubahan hidup traumatik, baik kecelakaan ataupun sakit parah, mungkin akan kembali memikirkan pilihan hidup mereka dan mulai melihat pilihan di luar pernikahannya.


“Ketika Anda berhadapan langsung dengan kematian, Anda mulai mempertanyakan segala tentang pekerjaan hidup, teman, keluarga, dan pasangan,” tutur Kelly.


Jika waktu yang tersisa dinyatakan tidak sebentar, wanita mungkin selingkuh untuk membuat sisa waktu mereka lebih berharga, apalagi jika pasangan tidak mendukungnya melewati hari-hari berat.

Sumber :


0 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...